Kirim -> Berita / Artikel

Langganan Berita? ISI EMAIL ANDA:

Delivered by FeedBurner

Sponsored Links

Article - English

  • Job Tips: Sell Your Skills
  • Chapter 6 – More Twitter Marketing Insights
  • Chapter 5 – Common Mistakes That Twitter Users Make
  • Chapter 4 – Maximizing Your Twitter Traffic
  • Chapter 3 – Turning Twitter Followers Into Customers
  • Chapter 2 – Tools To Make Twittering Easier & Better
  • Chapter 1 – Building A List Of Twitter Followers
  • TWITTER MARKETING MADE EASY
  • Berita Sebelumnya

  • Malaysia Siap Keluarkan Travel Advisory Ke Indonesia
  • si “SEXY” Megan Fox ternyata adalah laki-laki!
  • Juara baru piala dunia akan hadir …
  • Satpol PP Pegang Senpi
  • AT Mahmud = Abdullah Totong Mahmud Meninggal dunia.
  • Adakah juara piala dunia baru?
  • Cut Tari Stres Berat..
  • WordCup 2010 : 8 Besar (Menuju Semi Final)
  • TNI Jangan Terjebak Politik Praktis
  • Lawan Brasil, Belanda Underdog
  • Lowongan Kerja

  • Lowongan Kerja CPNS Deplu 2010
  • lowongan cpns : Departemen PU ( Pekerjaan Umum )
  • lowongan CPNS 2010 KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
  • lowongan CPNS KEMENTERIAN PERDAGANGAN 2010
  • LOWONGAN KERJA CPNS 2010 DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM
  • REKRUTMEN PRAMUGARI GARUDA INDONESIA – 31 JULI 2010
  • Lowongan Kerja CPNS Depperindag Sumut
  • Wilmar Vacancy 2010
  • Lowongan Jurnalis di Kompas untuk Medan
  • IT Project Manager MIKIE HOLIDAY RESORT
  • Top 10 Artikel

  • Open your mind..
  • 5 Sukses Karakter Personal
  • Melamar dan diterima kerja sebagai OB tapi pensiun sebagai Vice President
  • Tips Membuat CV
  • Petai Cina Bantu Tingkatkan Gairah Seksual
  • Waspadai Cemilan!
  • Kenapa Maluku identik dengan timnas Belanda?
  • Resep Membuat Brownies Keju
  • Resep Membuat Muffin Cokelat
  • Cara Menggoda Suami dan Membuatnya Bertekuk Lutut padamu
  • IT HELPDESK - indowebhost.co.id


    June 30, 2010 12:34 pm
    TNI Jangan Terjebak Politik Praktis
    by admin - Suara-Anda.com



    Wacana pemberian kembali hak politik prajurit TNI pada Pemilu 2014 mulai ramai dibicarakan. Bahkan Presiden pun telah menyatakan persetujuannya, asalkan TNI dapat menjamin tak ada perpecahan internal akibat perbedaan pilihan politik. Namun demikian TNI jangan terjebak politik praktis.

    Wasekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzy, mengatakan wacana

    mengembalikan hak politik prajurit TNI ibarat membalik mesin waktu ke era rezim Orde Lama dan Orde Baru. Sejarah telah mengajarkan keterlibatan TNI di panggung politik membahayakan keutuhan bangsa dan negara. Sudah cukup sejarah Orde Lama dan Orde Baru mengajarkan pengalaman TNI terpolitisir sedemikian rupa sehingga membahayakan bangsa.

    TNI dibutuhkan sebagai pengawal ideologi negara dan penjaga wawasan nusantara. Karenanya, sebaiknya TNI tetap dalam posisi netral. Keberpihakan pada partai tertentu, meski sekedar hak memilih, berpotensi menggiring TNI dalam ketidakutuhan.

    Ketua DPR Marzuki Alie, mengatakan kurang sependapat dengan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang setuju dengan pengembalian hak politik terhadap prajurit TNI. Pendapat SBY tepat bahwa kita tidak boleh membatasi hak politik TNI, namun masih perlu pertimbangan pada saat ini. Kita harus jernih melihat persoalan. Apakah demokrasi di Indonesia saat ini sudah on the right track, mengingat masih belum siapnya para elit politik menerima kekalahan. Fakta menunjukkan banyak calon yang kalah dalam pesta demokrasi namun tidak mau *legowo* dan akhirnya menggerakan demo anarkis. Dengan kondisi seperti ini, pihaknya ragu andaikata TNI diberikan hak politik sudah siap dan tidak terprovokasi dengan realita demokrasi. Dikhawatirkan ikut terpancing, sehingga stabilitas politik justru akan menjadi terganggu.

    Direktur Eksekutif Center for Electoral Reform (Cetro) Hadar Nafis Gumay, mengatakan wacana pemberian hak pilih bagi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pemilihan umum (Pemilu) 2014 yang dikhawatirkan akan memicu perpecahan di diinternal TNI tak akan terjadi apabila dibuat peraturan yang tegas. Peraturan dan pemberian sanksi perlu diperbaharui belajar dan dari pengalaman penanganan sengketa kasus pelanggaran Pemilu pada 2009. Misalnya TNI aktif tidak boleh kampanye menggunakan seragam dinas, mengatur kampanye diwilayah netral, dan tidak menggunakan lembaga organisasi sebagai sarana kampanye. Perlu dibuat pengadilan khusus untuk menangani sengketa kasus Pemilu. Pengadilan khusus perlu dibentuk agar semua bentuk pelanggaran melewati proses pembuktian yang berlangsung cepat.

    Kemudian bagi pelanggar diberikan sanksi yang tegas. Selama ini banyak pihak yang tidak setuju dengan fungsi politik TNI, kemudian TNI mereformasi diri. Sekarang banyak pihak ingin TNI berpolitik kembali. Sebenarnya TNI sebagai lembaga pertahanan negara sudah benar dan jangan didorong masuk politik kembali. Saya mengingatkan agar TNI tidak terjebak pada politik praktis semata, sebaiknya TNI netral untuk mengamankan bangsa dan negara dari disintegrasi. Bravo TNI.

    Tata Rustadinata

    Panghegar Permai III,Ujung Berung, Bandung,40613

    Emai: tata.rustadinata@gmail.com



    Email This Post Email This Post     Print This Post Print This Post     


    Tinggalkan Pesan Donk!

    You must be logged in to post a comment.

    Baca Juga

    • Tidak ada berita

    Klik di sini:

    Kritik dan Saran: kotak@suara-anda.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi sales@indowebhost.co.id,
    Telepon 061-77183002 | 0811613002